25 "Dia bertunangan," kata Davien sambil menyesap brendi. Ia dan Rock sedang berada di bar yang sering mereka kunjungi, larut malam itu. "Siapa?" tanya Rock dengan alis terangkat. "Jasmine." "Wow," Rock berdecak terkejut. Davien hanya menyesap brendinya tanpa kata. "Jadi kau gagal," lanjut Rock sambil terkekeh kecil. Davien memandang sahabat sekaligus adik iparnya itu dengan tajam. "Kau sama sekali tak bersimpati padaku." Kekehan Rock makin kuat sehingga menarik perhatian pengunjung-pengunjung lain. "Memangnya kau membutuhkan simpati dariku? Bukannya kau sudah menemukan penggantinya? Super model terkenal itu. Siapa namanya? Hmm ..., Carol?" "Ya, Carol." Davien mendengkus masam. "Tapi tidak ada apa-apa antara aku dengannya." Sesaat Rock terdiam mencerna kalimat Davien, lalu menyer

