24

1105 Kata

24 Senin pagi itu cuaca cerah. Langit biru dihiasi awan-awan yang berarak tertiup angin, dan sang surya bersinar dengan cemerlang. Davien melangkah menuju ruang kerjanya. Saat akan melewati meja Jasmine, ia memelankan langkah. Di balik meja kerjanya, Jasmine duduk berdua dengan Bray, pemuda yang Davien pilih menjadi sekretaris pengganti wanita itu. Jangan tanyakan mengapa ia memilih pemuda kurus itu dibandingkan wanita-wanita cantik dan seksi yang turut ingin mengisi posisi tersebut. Ketika itu yang Davien tahu, memiliki sekretaris laki-laki adalah keputusan yang tepat. Jasmine dan Bray tampak asyik mengobrol. Davien mengamati wajah cantik Jasmine. Rasa rindu yang dua minggu terakhir ini memenuhi dadanya, kini meluap-luap. Ingin ia memeluk wanita itu erat-erat, mencurahkan segala kerind

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN