
Bertemu jodoh dan mendapatkan lelaki yang diidam-idamkan adalah mimpi setiap perempuan. Namun, tidak dengan kenyataan yang dialami oleh Nilam. Menikah di usia hampir kepala tiga, dengan lelaki pilihan yang baru tiga bulan ia kenal, justru membawanya terperosok ke dalam jurang yang cukup menghancurkan.
Menikah dengan lelaki belum berkecukupan bukanlah perkara besar bagi Nilam. Tetapi harus hidup bersama dengan seseorang yang lemah iman dan tak bisa menjadi imam yang baik di sepanjang mengarungi bahtera rumah tangga, tak sanggup lagi untuk ia lanjutkan.
Penderitaan bukanlah mimpi dalam pernikahan. Saat kata talak sering terlontar bak santapan sehari-hari, haruskah perempuan bernama lengkap Nilam Cahyani itu bertahan dengan segala kesakitan?
