Sepertinya perjuanganku untuk mendapat maaf akan sangat sulit. “Jen, maafin aku” kataku sambil menatap matanya Dia masih menatapku, kemudian kulihat dia menarik nafasnya berat. “Kau” baru saja dia mengucapkan satu kata dia menarik nafasnya lagi kemudian memberi Nia pada Bi Uti, dia memegang dadanya seperti kesulitan bernafas “siapa” ucapnya sambil memegangi dadanya. Aku meraih tangannya kembali “Jen, jangan begini. Aku benar-benar minta maaf” kataku “Lepaskan aku” dia terus berusaha melepaskan genggamanku, namun aku justru semakin mempererat genggamanku “lepaskan” dia terus meronta. Semakin lama wajah Jenny semakin pucat, kali ini dia mengeluarkan airmata. Aku langsung melepaskan genggamanku, takut itu menyakitinya. “Mommy...mom...my” Nia tiba-tiba menangis mendengar J

