NATHAN Endrew membawaku menuju apartment Jenny, mataku terbuka lebar saat memasuki kamar Jenny. Kondisi yang sangat berbeda dengan saat aku melihatnya dari celah pintu. Ada dress yang sudah sobek, pakaian dalam yang aku tahu milik Jenny dilantai, ada kain pendek dengan bercak darah begitu juga diranjangnya. Aku lemas, jika memang saat itu Jenny diperkosa, bukankah saat mata kami bertemu dia menyiratkan meminta pertolongan padaku. “Nath sepertinya dugaan gue benar, gue rasa orang yang mengirim ancaman marah karena Jenny tidak memberikan apa yang mereka mau. Orang itu meminta pengalihan saham Jenny pada mereka, tapi Jenny mengalihkan atas nama gue untuk sementara agar saat issue ini tersebar Jenny sudah tidak menjadi bagian dari perusahaan lo” “Drew, kenapa lo ga cerita hal ini k

