Bab 77

1453 Kata

Di luar gedung pengadilan, suasana masih tegang. Para wartawan masih sibuk menyorot setiap gerak-gerik Keisha Urvinza dan Brian Atmaja. Namun di tengah kerumunan, mata Keisha justru tertuju pada sosok yang berdiri tegak di kejauhan—Rendi, ayah angkatnya. Tatapan pria paruh baya itu menusuk seperti bilah pisau dingin yang tanpa ampun. Ia tidak berkata apa-apa, hanya menatap, tapi sorot matanya berbicara lebih lantang dari ribuan kata. Keisha menghela napas pelan, mencoba menguatkan diri. Perlahan, ia melangkah mendekat, masih dengan pelukan lembut dari Brian di bahunya. Saat jarak mereka tinggal beberapa langkah, Brian berhenti dan memberi isyarat bahwa ia akan menunggu di belakang. Keisha berdiri tepat di hadapan pria yang telah membesarkannya. “P—Pa…” ucapnya pelan. Namun sebelum ia b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN