Bab 83

2716 Kata

Pagi itu langit terlihat cerah, matahari memancarkan sinarnya dengan lembut dari balik tirai ruang keluarga. Di rumah besar yang kini menjadi saksi perjalanan keluarga kecil Brian dan Keisha, suasana mulai berubah seiring mendekatnya hari persalinan. Keisha yang tengah hamil besar terlihat makin sering terduduk di sofa empuk dekat jendela, memegang perutnya sambil mengelus lembut, sementara Adelina berlari-lari kecil membawa boneka dan meletakkannya di samping sang ibu. “Ini buat adik, Mama. Ayaya pinjemin dulu ya... Nanti kalau adik lahir, Ayaya kasih,” katanya polos, sambil menatap serius boneka kelinci berwarna ungu yang sudah mulai pudar warnanya. Keisha tersenyum, membelai rambut ikal anak perempuannya. “Adik pasti suka, Sayang. Apalagi kalau tahu kakaknya secantik dan sebaik kamu.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN