Setelah kabar kehamilan Keisha diumumkan, rumah kecil mereka yang dulu sering penuh tangis dan kecemasan kini berganti dengan tawa, harapan, dan semangat baru. Brian yang dulu kaku, pendiam, dan terlalu sibuk bekerja, perlahan berubah menjadi suami yang penuh perhatian dan ayah yang hangat. Setiap pagi, sebelum pergi ke perusahaan — yang perlahan kembali bangkit dari kehancuran — Brian akan mencium perut Keisha yang mulai membuncit, membisikkan kata-kata cinta pada janin kecil di dalamnya. "Ayah di sini, Nak," katanya pelan. "Ayah akan lindungi kamu, ibu kamu, dan kakak kamu, apapun yang terjadi." Keisha hanya bisa tersenyum kecil, membelai rambut suaminya. Setelah semua badai yang mereka lalui, rasanya hampir mustahil bahwa sekarang mereka berdiri di sini — lebih kuat, lebih utuh, le

