Bab 81

1863 Kata

Setelah hujan sore itu, Brian dan Keisha mulai berbicara lagi, walau hubungan mereka masih terasa dingin. Keisha belum bisa sepenuhnya memaafkan. Ada luka yang terlalu dalam. Brian berusaha keras. Setiap pagi, ia mengirimkan bunga ke toko Keisha. Setiap malam, ia meninggalkan pesan suara berisi permintaan maaf dan penjelasan. Tapi Keisha masih diam. Hatiku belum siap, pikirnya. Bukan karena ia ingin menyiksa Brian — melainkan karena ia sendiri masih berdarah-darah di dalam. ** Suatu siang yang kelabu, Keisha duduk sendiri di sebuah kafe kecil di pinggir kota. Ia hanya ingin menghirup udara segar, menenangkan pikirannya. Adelina dititipkan pada pengasuh sebentar. Keisha memesan secangkir teh chamomile dan duduk di sudut kafe. Ia membuka buku catatan kecilnya — menco

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN