Hari-hari setelah ziarah itu perlahan-lahan mulai berubah untuk Keisha dan Brian. Namun bukan berarti luka itu benar-benar sembuh. Tidak ada hari tanpa Keisha memikirkan Kaila. Tidak ada malam tanpa Keisha memandangi foto masa kecil mereka — Keisha kecil yang tersenyum kikuk, duduk di pangkuan Kaila yang memeluknya erat. "Kenapa kau pergi secepat itu, Kak...?" bisik Keisha suatu malam, sambil membelai foto itu. Brian yang melihat istrinya larut dalam kesedihan lagi-lagi hanya bisa mendekat, mendekap Keisha dalam pelukan hangatnya. ** Beberapa minggu kemudian, Keisha memutuskan untuk mengunjungi makam Kaila lagi. Namun kali ini, ia mengajak Adelina kecil bersamanya. "Aku ingin Adelina tahu, bahwa dia punya tante yang hebat," kata Keisha sambil membelai rambut bayi mungil itu. Br

