Hanya dalam waktu dua hari setelah Clara diperbolehkan pulang dari rumah sakit, rencana kelam itu pun dilaksanakan. Dengan bantuan seseorang dari masa lalu mereka yang bernama Davin —mantan rekan bisnis Rendi yang juga dikenal sebagai “penyedia informasi bayaran”— Clara berhasil mendapatkan file dan foto-foto lama yang disimpan rapat oleh Brian. “Lihat ini,” Clara meletakkan sebuah tablet di hadapan Rendi. Di layar, tampak foto Brian ketika masih berusia dua puluh tiga tahun. Dalam foto itu, Brian terlihat duduk di pelukan seorang pria yang tak asing bagi Clara— seorang pengusaha bernama Reyhan, pria flamboyan yang dulu sempat tersandung skandal moral. Rendi menyipitkan mata, menatap foto itu dengan tajam. “Ini… asli?” “Davin menjamin keasliannya,” sahut Clara cepat. “Dan ini bukan cuma

