Bab 74

2033 Kata

Hening malam menyelimuti kota, namun di dalam kamar apartemen Clara, badai amarah tengah bergolak. Clara berdiri di depan jendela, memandangi kerlip lampu-lampu jalanan yang tak mampu menenangkan pikirannya. Di tangannya, ia meremas print-out artikel yang memuat konferensi pers Keisha dan Brian. > *“Brian mencintaiku, dan aku memilih untuk berdiri bersamanya…”* Kalimat itu terus terngiang di telinganya. Keisha tidak hanya lolos dari serangannya. Dia malah berdiri lebih kuat, lebih kokoh… bahkan mulai didukung publik. Yang lebih menyakitkan, Keisha tengah mengandung anak dari pria yang Clara cintai—meski cinta itu telah membusuk menjadi obsesi dan dendam. Clara menatap bayangannya di jendela. Tatapannya kosong, lalu berubah jadi senyum miring penuh kebencian. “Aku tak bisa biarkan a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN