BAB 65

1112 Kata

Aku yang masih terdiam sambil bersandar di bawah pohon roh ini. Tiba-tiba, aku pun mendengar suara kaki yang diseret. Langkahnya terdengar sangat berat. Aku tidak berani menoleh ke arahnya. Aku masih membayangkan, jika dia adalah bayangan hitam yang tadi muncul di depanku. “Moyline... Moyline....” tiba-tiba, sebuah suara memanggil diriku. “Hei, kamu dipanggil tuh,” kata pohon roh yang juga mendengar suara itu. “Si... siapa?” tanyaku ragu pada si pohon itu. “Mana aku tahu. Dia enggak kelihatan.” Pohon itu saja tidak mengetahui siapa yang baru saja datang. Apalagi aku. Tubuh yang suaranya memanggil diriku itu, terhalang oleh batang pohon yang sangat besar dan kokoh. Sehingga, aku tidak mengetahui sosok yang baru saja datang itu. “Moyline... tolong aku....” Kali ini, suara itu meminta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN