Sudah lewat beberapa hari, namun belum juga ada tanda- tanda untuk Ratu sadar dari tidur panjangnya. Bahkan Merku yang tubuhnya penuh dengan luka, sedikit demi sedikit berangsur pulih. Sedangkan Ratu yang tidak memiliki luka di tubuhnya itu, masih juga tidak sadarkan diri. “Erine... Erine....” Aku masih berusaha memanggil anak Ratu yang kecil. Namun, tetap saja dia tidak muncul. Jangankan memperlihatkan dirinya, menyahut panggilanku saja tidak dia lakukan. Pikiranku semakin tidak tenang. Antara curiga dan khawatir bercampur di dalam benakku ini. Aku jadi semakin penasaran apa yang sedang mereka lakukan. “Sebenarnya, mereka masih di istana atau enggak sih?” gumamku. Sempat terpikir olehku, jika mereka sudah pergi dari istana ini. Tetapi, aku langsung berubah pikiran kembali. Aku teringa

