Aku terus berjalan mengikuti cahaya yang sangat sedikit ini. Entah sudah berapa lama kami berjalan. Aku sudah sangat lelah. Perutku yang tadinya sangat lapar, sudah tidak merasakan lagi rasa itu. Mataku terus melihat ke sekeliling tempat ini. Aku rasa, di tempat ini pasti tidak ada apa pun yang akan aku jumpai. Aku juga merasa, tidak akan menemukan makanan di tempat gelap dan dingin ini. Bahkan aku ragu, apakah ada makhluk yang hidup di sini selain mereka berdua. Semakin jauh kami melangkah, langit juga semakin gelap. Fesaint juga mengatakan bahwa di sini tidak akan pernah terlihat matahari. Mungkin, karena itu juga tempat ini terasa sangat dingin. Cahaya yang menjadi petunjuk jalan itu juga tidak seperti listrik atau pun cahaya dari hewan. Benda itu lebih mirip dengan kertas atau plastik

