Aku sudah berdiri lagi di depan pohon roh ini. Namun, aku sengaja tidak memanggil pohon itu. Aku hanya sedang ingin sendiri. Sepertinya, ruang rahasia itu bisa menjadi salah satu tempat untuk aku bersembunyi. Ketika aku ingin menyentuh salah satu daun pohon tersebut. Tiba-tiba, aku melihat sebuah cahaya terang yang muncul di ranting pohon tersebut. Setelah aku mengamati dengan jelas, itu adalah sebuah bunga yang berwarna emas. Berbeda dengan bunga yang pernah Jenihelt tunjukkan kepada diriku. Karena penasaran, aku pun memberanikan diri untuk menyentuh bunga emas itu. Dan tiba-tiba, bunga itu melebur menjadi sebuah serpihan emas yang halus. Dan mereka secara ajaib mengumpul di dalam sebuah kantong yang terbuat dari dedaunan. Entah, dari mana munculnya kantong itu. Setelah semua serbuk

