“Tak... tak... tak....” suara langkah kaki berat semakin terdengar jelas. Aku yakin, itu adalah langkah kaki seorang lelaki. Namun, aku tidak tahu siapa yang sedang menuju pintu itu. “Moyline?” Aku memanggil orang yang ada di balik pintu itu dengan ragu. Tetapi tidak ada jawaban dari siapa pun. Langkah kakinya juga sempat terhenti saat aku memanggilnya dengan nama Moyline. Namun tidak lama, langkahnya kembali terdengar dan terus mendekati pintu itu. Sampai gagang pun mulai bergerak karena seseorang ingin masuk ke sini. Berlahan, mulai terlihat bayangan di balik pintu itu. Aku cukup tenang, karena dia bukan bayangan hitam yang semalam aku lihat. Tetapi aku juga kecewa, ternyata dia bukanlah orang yang aku harapkan. “Fesaint?” panggilku begitu dirinya sudah terlihat jelas olehku. “Ha

