Chapter 59

1627 Kata

“Bapak, ini teh hangatnya.” ucapku pelan sambil meletakkan segelas teh di atas meja. Bapak tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Bapak bergerak mengambil gelas itu dan meminumnya sedikit demi sedikit. Aku berdiri tepat di samping kursi Bapak untuk menunggu reaksinya. “Hm.. Tidak terlalu manis, kesukaan Bapak ini. Sekali lagi terima kasih ya, Nak.” ucap Bapak kembali memberi senyuman. “Iya, Pak. Hehe, Mirah ‘kan hafal sekali kesukaan Bapak.” Aku suka mendengar pujian dari Bapak. “Eh, mau ke mana?” tanya Bapak ketika melihatku beranjak masuk ke dalam rumah. Aku menghentikan langkahku dan menoleh ke arah Bapak. “Ada apa, Pak? Apa Bapak membutuhkan sesuatu yang lain? Biar Sumirah yang ambilkan.” Aku mendapati Bapak melambaikan tangan dan memintaku untuk duduk bersamanya di teras.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN