"Iya juga kan, apalagi Bang Arlan udah siap buat nikah." Entah kenapa Diba malah ikut-ikutan seperti sekarang. Abel tersenyum senang karena mendapat dukungan dari Diba. "Dia terlalu baik buat gue," jawab Ella. Perkataan seperti ini sering sekali muncul jika tidak menginginkan orang tersebut. "Alasannya basi," cibir Abel. Ella jadi gemas sendiri, lihat saja kedua tangannya sudah mencubit kedua pipi Abel. "Sakit woi, gue udah mak orang ini." Abel berusaha melepaskan diri dari cubitan Ella. "Iya, Maknya Yahya kan." Ella malah tidak peduli. Baginya Abel tidak berubah sejak pertama kali bertemu. "Udah udah, malu diliatin orang." Diba buru-buru menengahi sebelum mereka menjadi pusat perhatian. "Ponaan ganteng gue nggak apa-apa sama Bapaknya?" tanya Ella. Dia tidak masalah jika kumpul s

