PART 33

1184 Kata

Reza membawa pria paruh baya ini menuju ke taman belakang. Sebelumnya mereka meminta ijin lebih dulu kepada Lara untuk bicara berdua, untung saja gadis itu mengiyakan karena dia juga ingin makan. Tidak lupa juga Lara mengajak Gevin juga. Reza mengatakan dia akan menyusul nanti. Zein memperhatikan sekitarnya, rumah ini cukup nyaman untuk ditinggali. Sedangkan Reza, menunggu pria itu untuk membuka suaranya. “Ini tentang kegelisahanku selama ini mengenai Lara,” kata pria itu. Pemuda ini masih diam, mencoba tetap menunggu. “Aku ... aku memiliki firasat jika dia adalah ... dia adalah ... putriku.” Tentu saja bola mata Reza membola sempurna, menatap tidak percaya pria yang ada di depannya. Putrinya? Bagaimana bisa? “ Anda? Lara? Putri? Tidak mungkin,” balas Reza yang tentu saja tidak percaya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN