Episode 1 : Skandal
Wajah pria itu tampak merah padam tatkala melihat istrinya sedang berada di sebuah cafe dengan seorang pria lain.
Matanya semakin terbelalak lebar ketika menyaksikan wanita yang merupakan istrinya itu memberikan sejumlah uang kepada pria tersebut.
"k*****t! betul-betul k*****t!" gumamnya dengan wajah kesal sambil pergi dari tempat itu karena tidak tahan melihat perselingkuhan sang istri.
Pria yang menyaksikan istrinya selingkuh tadi bernama Ray dan istrinya bernama Susan.
Ray dan Susan sudah menikah beberapa tahun namun masih belum dikaruniai anak.
Namun sebagai suami yang baik, Ray selalu bersikap sabar dan selalu menyayangi Susan sebagai istrinya.
Akan tetapi, Ray membaca gelagat yang kurang beres terjadi pada Susan akhir-akhir ini, sehingga dia berinisiatif untuk mengikuti kegiatan Susan diluar rumah.
Dan pada akhirnya kecurigaan Ray terbukti benar ketika menyaksikan Susan bertemu dengan pria lain disebuah cafe.
*****
Malam hari disebuah club malam....
Seorang pemuda berambut gondrong tampak terihat sedang cekcok dengan pengujung club malam yang lain disana.
Prank....!!!
Pemuda gondrong itu tampak kesal dan emosi, dia memecahkan botol dan hendak menikam orang yang sedang bertengkar dengan dirinya itu dengan botol yang audah dia pecahkan tadi.
Namun beruntung dia dicegah oleh kawannya dan menarik pemuda gondrong itu keluar dari club malam tersebut.
"Kau beruntung k*****t! lain kali, aku akan menghabisi mu!" ancam si gondrong sambil ditarik keluar oleh kawan-kawannya.
Si gondrong itu ternyata bernama Nico, dia adalah seorang seniman lukis dan datang ke club malam itu karena dia sudah pusing dengan lukisannya yang gak kunjung jadi dan selesai.
Dengan sempoyongan dan mabuk, Nico pun segeran menuju mobilnya setelah berpisah dengan kawan-kawannya yang lain.
******
Sonya saat itu sedang menyiapkan makan malam untuk Bastian, suaminya.
Dia sudah memasak makanan kesukaan Bastian untuk mereka santap sebagai makan malam.
Semua makanan sudah terhidang di meja makan, Bastian tampak tersenyum senang melihat makanan yang terhidang di meja makan itu.
"Terima kasih istriku sayang," ucap Bastian tersenyum sambil menatap Sonya dengan penuh arti.
Sonya hanya bisa tersipu malu ketika dipandangi seperti itu oleh Bastian.
"Sudah sayang, jangan tatap aku terus menerus seperti itu" balas Sonya sambil tertunduk malu dengan wajah memerah.
Bastian tertawa kecil melihat sang istri masih tersipu malu.
"Mari kita makan, nanti makananya malah keburu dingin," ucap Sonya sambil mengambil nasi dan meletakan dipiring Bastian.
Namun tiba-tiba saja ponsel Bastian berdering ketika itu.
"Halo?" sapa Bastian menjawab panggilan telpon tadi.
"Bastian! apa kau sudah pulang?" balas seseorang diseberang sana.
"Iya Naina, aku sudah di rumah! ada apa? apa kau ada masalah lagi dengan suamimu?" tanya Bastian.
"Begitulah, aku butuh bantuanmu Bastian, aku sudah tidak sanggup lagi menghadapi suamiku" sahut Naina.
"Apa suamimu memukulimu lagi?" kembali Bastian bertanya dan kali ini dia bangkit dari tempat duduknya.
Wajah Sonya tentu saja berubah kesal melihat suaminya yang lebih mementingkan istri orang lain dibanding istrinya sendiri.
"Bukan...bukan itu, tapi ini permintaan yang sangat gila yang tidak mungkin bisa aku lakukan!" suara Naina terdengar panik dan ketakutan.
"Katakan! permintaan gila apa yang diminta oleh suamimu itu?" tanya Bastian penasaran.
"Aku tidak bisa menceritakan ini lewat telepon, aku harap kau bisa datang ke apartemen ku malam ini" pinta Naina.
"Baiklah, aku akan segera kesana" Bastian lantas menutup percakapan dan telepon tersebut.
Lantas Bastian pun kembali berjalan ke meja makan dimana Sonya telah menunggunya sejak tadi.
"Maafkan aku sayang, aku harus segera pergi karena saat ini Naina sedang membutuhkan bantuan ku" ucap Bastian dengan wajah sedikit menyesal.
"Apa? kenapa kau selalu saja mementingkan wanita itu? aku ini istrimu! jauh lebih penting dari dia! lagi pula dia juga sudah memiliki suami dan kau seharusnya tidak ikut campur dalam urusan rumah tangga orang lain!" protes Sonya kesal sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Iya...iya, aku mengerti! tapi kali ini masalahnya lain dan Naina butuh pertolongan ku saat ini!" sahut Bastian memberi pengertian kepada Sonya, istrinya.
"Pertolongan? pertolongan apa?" tanya Sonya dengan nada suara meninggi karena merasa kesal.
"Bukankah Naina adalah teman kuliah mu waktu di kampus dulu? kenapa kau bersikap seperti itu terhadap temanmu sendiri?" Bastian balik bertanya.
Sonya menarik nafas sejenak dan kemudian berkata,
"Iya, dia adalah teman kuliah ku waktu kami sama-sama di kampus dulu, tapi bukan rahasia umum lagi pada saat kuliah, kalian adalah sepasang kekasih!."
Kali ini Bastian yang terdiam mendengar perkataan dari istrinya itu.
"Entah kenapa dia pindah ke apartemen ini dan bertetangga dengan kita! sejak kehadiran dia, kau lebih banyak menghabiskan waktu bersama mantan kekasihmu itu dari pada mendengarkan keluh kesah istrimu sendiri!" Ucap Sonya lagi sambil menangis.
Bastian mencoba mendekat dan ingin memeluk serta menenangkan sang istri, namun Sonya dengan cepat menepis tangan Bastian.
"I...itu cuma masa lalu, kita telah menikah, aku menjadi suamimu dan akan selalu mencintaimu Sonya" ucap Bastian sambil menatap Sonya dalam-dalam.
"Aku berjanji, ini adalah terakhir kali aku mendatangi dan membantu Naina, aku mencintaimu dan tidak ingin menyakitimu apalagi sampai membuat rumah tangga kita berantakan" ucap Bastian sambil berlalu pergi.
Sonya hanya bisa menangis menatap suaminya yang berjalan meninggalkan ruang makan tersebut.
*****
Sepasang kekasih yang sedang dimabuk asamara itu terus bermesraan di sepanjang jalan.
Sesekali wanita paruh baya itu menyentuk bagian sensitif lelaki muda yang sedang menyetir mobil tersebut.
"Tanganmu nakal sekali sayang" ucap lelaki muda itu sambil menikmati permainan tangan wanita paruh baya itu.
"Aku sudah tidak sabar lagi sayang" bisik wanita paruh baya itu sambil mendesah.
Tidak lama kemudian, mereka pun sampai di rumah wanita paruh baya tersebut.
Mereka turun dari mobil dan berjalan masuk ke rumah sambil berpelukan dan sesekali mereka berehenti hanya untuk saling berciuman dengan sangat mesranya.
Setelah memasuki ruang tengah rumah tersebut, mata pemuda itu terbelalak ketika melihat sebuab foto terpajang di dinding.
Namun rasa takutmya hilang ketika nafsu sudah mengasai dirinya.
Wanita paruh baya tadi segera mengajak lelaki muda itu untuk memadu kasih di dalam kamar pribadinya.
"Ohh...terus sayang...aahh...kau sangat hebat dan sangat memuaskan...." puji wanita paruh baya itu ketika si lelaki menyentuk inchi demi inchi lekuk tubuhnya.
Mereka terus memadu kasih, melakukan hubungan terlarang.
Suara desahan yang penuh nafsu memenuhi kamar yang cukup besar tersebut.
Wanita paruh baya mendesah dan mengerang kuat saat dia sudah sampai pada puncaknya, namun si lelaki masih terus dan tidak mau berhenti sama sekali.
Dan sampai pada satu ketika....
Brak....!!!!
Dari luar pintu kamar itu ditendang sampai terbuka lebar.
Sepasang kekasih yang sedang berpacu itu pun seketika terkejut.
Dengan wajah tegang, mereka berdua menatap ke arah pintu.
"k*****t! berani-beraninya kalian!" maki orang yang berdiri di depan pintu tersebut.
Orang itu berjalan ke arah tempat tidur, namun baru beberapa langkah, lelaki muda itu membuat gerakan cepat.
Bruuk....
Dia melompat dan menabrak orang tersebut yang mana orang itu adalah suami dari si wanita paruh baya tadi.
Dia terjatuh dan segera bangkit lagi, dia lari keluar kamar mengejar pemuda tersebut, namun pengejarannya sia-sia karena orang yang dia kejar telah hilang ditelan gelapnya malam.
Kali ini dengan perasaan marah dan kesal, orang itu kembali ke rumah.
Dia juga tidak menemukan istrinya disana.
Rasa kesalnya semakin menjadi-jadi katika itu.
"Akan aku bunuh kalian berdua!" serunya memaki marah dan keluar dari rumah tersebut.