Icut mengelus perutnya yang masih rata dengan lembut. Ia tidak masih tidak menyangka bahwa Allah telah menitipkan seorang anak di dalam perutnya. Padahal sebelumnya ia mengeluh, mengapa ia belum diberikan keturunan? Kecemburuannya membuatnya insecure, merasa tidak pantas dan mulai mencocokkan suaminya dengan orang lain. Astagfirullah! Bukankah itu buruk sekali? Dan harus ia akui, ia terlalu buta untuk melihat kekuasaan Yang Maha Esa. Padahal, Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya. Dan harusnya ia bersyukur. Sejak awal, ia telah diberi keberkahan dan kenikmatan hidup. Memiliki anggota tubuh dan lengkap, serta keluarga yang lengkap. Lalu didatangkannya seorang jodoh yang tak lain adalah Haykal, dan sekarang ia mendapatkan seorang jabang bayi. Awalnya ia tidak percaya den

