Icut mendesah berat, pikirannya agak sedikit kacau. Akhir-akhir ini ia merasa sering lelah. Ia butuh istirahat yang panjang. Jadilah ia disuruh pulang lebih cepat oleh atasan. Mengira bahwa ia sakit. Tadinya Icut mau meminta jemputan dari Haykal, tetapi ia yakin suaminya itu pasti sedang sibuk. Akhirnya, dengan sisa kekuatannya, ia menyetir pelan-pelan ke rumah. Mengenai mobil, sebulan yang lalu Icut baru saja mendapatkan SIM, tentunya ia sudah lancar setelah diajari Haykal. Lelaki itu cukup sabar. Bahkan Haykal yang harusnya jengkel, malah tidak marah. Sebaliknya, Icut menggerutu sendiri, karena ia merasa gugup bahkan seringkali lupa memasukkan kunci. Tadinya Icut hendak tidur, tetapi tak sengaja ia malah mendengar suara tangisan anak kecil di depan rumahnya. Tak lama dari itu, ketuka

