Tak peduli berapa besar cintamu pada seseorang, jika kamu lebih sering bersedih daripada dia buatmu tertawa, belajarlah untuk melepaskannya. -Hawaisya202- *** "Icut ada sama kamu?" Devina memandang Icut, meminta bantuan. Wanita itu segera berlari ke kamar dan menyilangkan kedua tangannya. "E-enggak." "Terima kasih. Kalau dia datang temuin kamu, tolong kabari saya." "Eum ... baik." "Assamu'alaikum." "Waalaikumsalam." Tut! "Udah, nih!" Icut keluar dari kamar, setelah bernapas lega. Wanita itu mengempaskan tubuhnya di sofa seraya mengelap rambutnya yang basah dengan handuk. Devina menghela napas. "Gue sampai harus bohong." "Enggak. Kan tadi gue di kamar, bukan bareng lo di ruang tamu," sahut Icut santai. Kalau sudah begini, Devina malas berdebat. "Kalau lo kabur kayak gini,

