(NICOLAS) Suara bel pintu terdengar. Aku berjalan menuruni tangga dan menuju pintu, lalu melihat ke sebuah layar intercom. Dua orang sedang berdiri di depan pintu rumahku di luar sana. salah satunya adalah seorang wanita. Aku sangat mengenali dua orang ini karena mereka sering menemuiku. Aku membukakan pintu untuk mereka. “Selamat siang, Tn. Eugene,” salam si pria yang bernama Alex Magnuso. “Halo, Tn. Magnuso. Silakan masuk,” kataku mempersilakan mereka berdua. Aku kembali menutup pintunya setelah mereka berdua masuk. “Kami ingin menanyakan beberapa hal lagi. Kemungkinan ini akan menjadi pertanyaan terakhir untukmu,” kata Tn. Magnuso. “Tentu,” jawabku mengangguk. “Philip, tolong buatkan minuman untuk mereka berdua,” perintahku pada Android-ku. Seraya Philip berjalan pergi, mata merek

