(NICOLAS) Aku memerhatikan kalung itu untuk beberapa saat. Aku hampir tak percaya bahwa isi dari benda kecil ini mampu membuat bencana yang hampir seperti kiamat setahun lalu. “Kau sudah melihat isinya?” tanyaku. “Aku hanya membukanya, namun tidak berani melihatnya. Aku tidak ingin terlibat lebih dalam lagi pada kasus yang telah resmi ditutup seminggu yang lalu,” jawab Hugo dan menenggak minumannya. Aku tertawa mendengus. “Yeah. Lebih baik begitu.” “Tapi kau tak pernah cerita ke polisi soal isi kalung ini, bukan?” Aku menggeleng. “Akan lebih baik bila mereka tidak pernah tahu,” ujarku. Aku bersandar dan menghembuskan napas. “Omong-omong, aku sering melihat Chloe bersama Kepala Kepolisian itu,” ujar Hugo. Aku berhenti minum dan meliriknya. Jika itu Kepala Kepolisian, seingatku naman

