Seharian Yuki hanya di dalam kamar tidak mau keluar meski berkali-kali Sana mengetuk pintunya karena di kunci dari dalam. Yuki memilih memejamkan matanya dan menutup telinganya rapat-rapat, bahkan ia mematikan ponselnya agar tidak ada yang menggangunya. “Aku melakukan ini semua demi mama, kenapa mama tidak pernah peduli dengan kerja keras ku.” Ditempat lain. “Kau yakin akan membelikan apartemen ini untuk wanita itu, siapa namanya?” “Yuki.” “Wah wanita itu berhasil mencairkan gunung es,” ucap Stella sambil melihat-lihat apartemen tersebut. “Haruskan aku membeli apartemen juga di sini?” “Hahaha, kau sudah membeli mansion di Kanada.” “Bukankan ini termasuk investasi Ayden,” Ayden mengangguk mengiyakan ucapan Stella. “Di antara kita hanya kau yang tidak memiliki apartemen atau mansion.”

