“Bersiap, bom!” Irina tersenyum melihat pabrik EJ Corp meledak di depan kedua matanya, ia kemudian menghubungi Jirex yang sedang menyabotase pengiriman barang EJ ke Rusia. “Hancurkan semuanya sampai ia tidak bisa bangun lagi.” “Bagaimana dengan Tasso?” “Mereka juga akan hancur dengan sendirinya.” Tobbi mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil melihat pemandangan di kota New York. “Apa kau yakin tidak akan menemui Ayden?” “Tidak aku harap tidak akan bertemu lagi dengannya.” Mobil berhenti saat lampu merah, Irina menatap ke sekelilingnya namun pandangannya tertuju pada sosok penumpang mobil yang berada di sampingnya. Ia terlihat sibuk dengan ponselnya sampai tidak tau kalau ada yang sedang memperhatikannya. “Ayden,” batin Irina. Tak lama ponsel Irina berdering terlihat

