Perempuan berambut pirang, yang berusia paling muda di antara dua orang perempuan lainnya, mendengkus kesal. Sudah kali keberapa pria itu mengiriminya pesan dengan bahasa yang tidak dia mengerti. Sudah dikatakannya tadi kalau tidak paham, dia tidak mengerti bahasa lokal yang digunakan pria itu, tapi tetap saja ketika ada pesan masuk menggunakan bahasa yang sama. Ingin bertanya pada perempuan yang duduk di seberangnya, yang memang merupakan penduduk lokal atau pada perempuan berambut cokelat keemasan yang meski bukan pribumi tetapi sudah fasih berbahasa lokal, entah kenapa rasanya malu. Bagaimana kalau pria pengirim pesan ternyata mengejeknya? Vian memaki dalam hati. Andre memang keterlaluan, tingkahnya seperti anak kecil. Apa untungnya berkirim pesan dalam bahasa yang tidak dimengerti? O

