Semua berubah. Sikap Mama tak lagi sama dengannya. Dini merasakan betul bagaimana perubahan itu. Sepanjang hari Mama mendiamkannya, tidak mau bicara padanya. Beruntung Momma Adriana selalu mengajaknya bicara, menanyakan tentang kesehatan dan pekerjaannya sehingga dia tidak merasa terabaikan. Si biang kerok dari semua masalah ini juga mengajaknya bicara, bertanya semua hal yang membuatnya semakin yakin kalau perempuan itu hanya menjilat saja. Sungguh, dia sangat malas berada di tempat ini, rasanya tak bisa bernapas. Seandainya saja tidak ada Momma Adriana, dia pasti akan berdiam diri di kamar saja. Namun, dia masih tahu diri, sangat tidak sopan membiarkan tamu apalagi orang yang lebih tua, terlebih lagi tamu itu adalah calon mertuamu. Menyadari hal itu dia dengan sangat amat terpaksa tetap

