Astaga, benarkah ini? Sungguh, Dini tidak percaya. Dia mengira matanya bermasalah saat memeriksa ponsel menemukan sebuah pesan dari pria yang dicintainya. Setelah beberapa kali mengucek mata dan menepuk pipi, bahkan dia juga sampai mencubit kuat lengannya. Rasanya sangat sakit, dia sampai memekik antara terkejut dan sakit itu. Namun, kemudian dia melompat-lompat seperti orang kesurupan. Gila, lebay, alay, atau apa pun kata-kata yang akan dilontarkan orang-orang kala melihat kelakuannya, dia tak peduli. Dia sangat bahagia saat ini, rasanya seperti terbang. Andre mengiriminya pesan, mengajaknya makan siang, dan dia tidak sedang bermimpi seperti biasanya. Ini nyata! Astaga! Dini gemetar. Dia tahu usianya sudah tak muda lagi, tidak pantas bersikap seperti seorang gadis remaja yang baru saj

