Vanila beranjak dari sana. Tanpa menyadari jari kelingking Rori bergerak samar. Kedua mata cowok itu perlahan terbuka. Mengerjap beberapa kali hingga pandangannya menjadi jelas. Yang ia rasakan pertama kali, tetap saja sakit. Rasanya seluruh tubuh sakit, seperti remuk luluh lantak. Perutnya terutama yang paling terasa sakit. Namun rasa sakitnya berbeda. Pasti berpusat pada luka jahitan pasca operasi. Rori melihat ke sekitar. Tidak ada orang. Ya, ia mendengar Vanila berpamitan. Gadis itu harusnya tidak terburub- buru. Atau jangan - jangan Vanila sengaja balas dendam. Vanila ingin Rori gantian menunggu, setelah Rori membuatnya menunggu cukup lama karena ia berada dalam kondisi koma. Rori terdiam, berharap sakit di perutnya akan mereda. Tapi rasanya terus sakit. Rori pikir

