Penantian panjang itu akhirnya usai ketika lampu yang berada di atas pintu ruang operasi akhirnya berhenti menyala. Kami semua segera beranjak, mendekat pada ruang operasi itu, menunggu dokter keluar, dan memberi kabar bahagia. Dokter akhirnya keluar dari sana dengan raut wajah lelah. Ia melepas maskernya. "Syukur lah, operasi berjalan dengan lancar dan sukses. Berkat doa dari bapak ibu dan adik - adik." Syukur lah. Kami semua lega tentu saja. Segala ketakutan dan kekhawatiran kami seakan dibayar lunas. "Lalu bagaimana dengan Rori? Dia baik - baik saja, kan?" Alona yang bertanya. Tentu itu adalah pertanyaan penting. Karena dalam kasus Rori, sekadar operasi sukses tidak cukup, karena Rori berada dalam kondisi yang begitu lemah saat operasi dilangsungkan. "Pasien Rori ... sem

