Ketika keputusan telah diambil, besok adalah waktu yang dipilih untuk Rori menjalani pembedahan. Sore ini agaknya semua orang sudah cukup tenang. Belum ada yang pulang, semua masih di sana. Rori akhirnya bisa kembali tertidur. Syukur lah karena ia tidak harus menanggung sakit kembali -- setidaknya sebentar -- sebelum ia kembali terbangun nanti. Rori tentu saja sudah jauh lebih tenang. Bahkan sebelumnya ia tidak berani berharap keluarganya akan datang. Namun ternyata semua datang dalam formasi lengkap. Pikirannya tentang mati dan dikubur tanpa keluarga yang datang sudah sirna. Berpengaruh pula pada kondisi fisik dan psikisnya. Karena tenang itu, makanya ia bisa tertidur meskipun sakit itu masih menyerangnya. "Rori biasanya rewel soal makan. Dia picky banget soal makanan. Tapi kamu b

