Tiap orang yang mereka lewati secara otomatis menatap. Bertanya - tanya kenapa seseorang itu digendong, apa yang terjadi, pasti keadaannya cukup gawat karena seseorang yang menggendong berlari secepat yang ia bisa. Sushi pun tak peduli dengan pandangan aneh orang - orang. Fokusnya hanya mengantar Rori ke klinik. Rori sepertinya masih sangat kesakitan. Cowok itu beberapa kali menggeliat mengikuti rasa sakit yang menyerangnya. Irama napas Rori terdengar aneh di telinga Sushi. Tidak teratur dan berat. Tangan Rori yang menelangkup pada pindah dan leher Sushi pun semakin berpegangan erat. "Kita udah hampir sampai." Sushi berusaha membuat Rori tenang. Meskipun nyatanya klinik masih cukup jauh dari sini. Sushi mendekati Rori berusaha bicara dengannya. Namun suaranya sama sekali ti

