Bagi sebagian orang hal pertama yang terpikirkan saat mendengar kata ‘ibu tiri dan saudara tiri’ pastinya tergambar ibu tiri dan saudara tiri yang galak dan jahat sama seperti cerita- cerita dongeng yang sering di tonton dalam film kartun waktu anak- anak. Dan mungkin itulah yang ditakutkan Elisabeth.
Ibu kandung Elisabeth- atau sering dipanggil Elisa; sudah meninggal saat gadis itu berumur 22 tahun.
Di umurnya yang telah menginak kepala 3 ingin hati Elisa melihat ayahnya juga bahagia, ada yang merawatnya nanti saat Elisa pergi menikah. Dirumah, Elisa hanya tinggal berdua dengan ayahnya, kakak laki- laki-nya telah menikah dan tinggal dengan keluarga istrinya di kota berbeda. Hal itulah yang membuat Elisa masih enggan untuk menikah meski telah memiliki kekasih dan telah menjalin hubungan cukup lama, Elisa ingin ayahnya bahagia saat nanti Elisa meninggalkannya dan tinggal dengan keluarga kekasih Elisa nanti. Namun disisi lain Elisa selalu takut akan hal ibu tiri, Elisa takut kekasih ayahnya nanti sama galak dan sama jahatnya dengan yang sering ia tonton di kartun yang sering di tontonnya saat masa kanak- kanak dulu.
Siapa yang akan menyangka jika keluarga barunya; bukan hanya tidak seperti ibu dan saudara tiri yang sering di bacanya di buku dongeng; yang jahat dan semena- mena- namun, malah memberinya arti keluarga yang sesungguhnya. Bahkan, melebihi keluarga kandungnya sendiri.