Ezra dan Berta

386 Kata
“ Elisa, kenalkan ini Berta dan anaknya Ezra.”ucap George suatu hari. “ siapa mereka, Dad?” heran Elisa. “ ini adalah kekasih ayah dan anaknya, aku harap kalian berteman akrab, dia lebih tua darimu 3 tahun, jadi nantinya ia akan jadi kakak darimu dan Adrian.” Elisa tahu hari ini pasti datang dan Elisa sendiri ingin ayahnya bahagia sehingga Elisa memutuskan untuk menyetujui pilihan ayahnya tersebut. “ Aku Elisabeth, tante bisa panggil aku Elisa.” sapa Elisa. Tampak Berta tersenyum ramah meski kelihatan sedikit canggung, Elisa sendiri bukan anak yang supel dan cenderung pendiam, sehingga setelah ayahnya mengenalkan calon istrinya Elisa memilih kembali kekamarnya. Dan tanpa Elisa sadari ada sepasang mata yang terus menatapnya sedari awal Elisa membukakan pintu untuk mereka sampai sosok Elisa menghilang masuk kekamarnya. “ kau sedang apa?”tanya sebuah suara mengagetkan Elisa. “ ah? Oh? Kak Ezra?” ucap Elisa gugup karena Ezra sudah ada disampingnya. “menggambar, Kak.” ucap Elisa memperlihatkan apa yang dilakukannya. “ menggambar?” heran Ezra. “ ya? Kakak mau lihat?” ucap Elisa memperlihatkan gambarnya. “ hem? Jelek.” ucap Ezra tanpa basa- basi. “ ap?” ucap Elisa tidak terima. Tanpa sadar tangannya sudah memukul perut Ezra. “ Auw.” rintih Ezra. Meringkuk di atas kasur Elisa. “ a.., aku tidak sengaja, maaf.” ucap Elisa gugup, takut Ezra akan mengadu pada ibunya. “ kau ini kelihatan pendiam, tapi galak banget.”ucap Ezra, mengelus perutnya. Elisa tak menyangka jika tubuh Ezra sangat bagus. Tak heran jika Elisa mengagumi tubuh Ezra, Kakaknya- Adrian sangat gemuk dan kekasihnya cenderung kurus dan kulit kekasihnya bahkan tidak sebagus Ezra. “ kau memikirkan apa? Hah?” ucap Ezra yang melihat Elisa hanya diam melihatnya mengelus perutnya. “ badan kakak bagus.” ucap Elisa tanpa sadar. “ hati- hati.” ucap Ezra menyentil dahi Elisa. “ Auw! hati- hati kenapa?” ucap Elisa memegangi dahinya yang disentil. “ nanti jatuh cinta kau sama badanku.” ucap Ezra tertawa. “ ap? Enak saja.” ucap Elisa tidak terima. “ aku sudah memiliki kekasih tahu.” ucap Elisa “ aku tidak menyuruhmu jatuh cinta padaku, aku menyuruhmu hati- hati agar tidak jatuh cinta padaku.” kekeh Ezra. Mengira jika Elisa hanya bercanda. “ih, percaya diri banget.” ucap Elisa. Tanpa Elisa sadari ini kali pertama Elisa menjadi dirinya sendiri didepan orang baru, biasanya, Elisa akan cenderung tertutup pada orang yang baru ditemui- nya, ketika sudah kenal dan akrab baru Elisa tidak akan malu menunjukkan sifat aslinya. Namun entah mengapa di hadapan Ezra, Elisa merasa nyaman memperlihatkan sifat aslinya, atau mungkin Ezra- lah yang berusaha agar Elisa dekat dengannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN