Jam menunjukkan pukul 10 saat Nathan kerumah Elisa. Pria itu sedang meyakinkan Elisa agar mau meminta Ezra membantunya. Namun Elisa terlalu enggan meminta tolong pada Ezra, sudah begitu banyak dilakukan Ezra untuknya, tak mungkin ia meminta lagi kakak tirinya itu untuk membantu yang bukan menjadi masalahnya. “ Nath, kau tahu, aku berusaha menghindarimu agar kau berubah, agar kau bisa berpikir dewasa, kenapa kau malah semakin tersesat dalam mengambil langkah? Kau ini sudah dewasa Nath.” ucap Elisa frustasi. Memijat pelipisnya yang terasa sakit. “ kalau kau tidak mau, kita berakhir.” ucap Nathan lantang, ini adalah keputusan terakhirnya, ia merasa harus menggunakan cara ini untuk mengancam Elisa. Tentu ia tahu Elisa takkan mau, laki- laki itu yakin jika Elisa menyayanginya. “ oke.” ucap E

