perasaan sesungguhnya.

207 Kata
“ kak?” panggil Elisa yang melihat Ezra memilih kembali kekamarnya selepas kepulangan Nathan. “ hem?” jawab Ezra dingin. “ kau kenapa?” “ apanya?” “ kau marah padaku?” “ kenapa kau tanya seperti itu.” “ kau tiba- tiba jadi dingin, kak.” ucap Elisa dengan suara sedikit tercekat. “ tu? Kenapa kau menangis Elisa? Kau sakit? Kekasihmu melakukan apa tadi?” ucap Ezra yang tahu Elisa akan menangis. Ezra menghentikan langkahnya dan mendekati Elisa. “ kau berbeda dan aku tidak suka kau mengacuhkanku, kak.” ucap Elisa tertunduk. “aku tidak apa- apa, El, aku hanya lelah.” ucap Ezra sebagai alasan, khawatir jika Elisa menangis. Mendengar itu Elisa memeluk Ezra. Ezra yang tiba- tiba di peluk langsung gugup dan salah tingkah, terutama karena d**a besar Elisa mulai mengelitik perut Ezra. “ Kak.” “ hem?” ucap Ezra masih diam dan belum membalas pelukan Elisa. “ kau tahu? Aku pikir saudara tiri itu selalu seperti cerita- cerita dongeng yang galak dan jahat, tapi kakak meruntuhkan pandanganku, aku bersyukur kakak menjadi bagian dari keluargaku.” ucap Elisa masih membenamkan wajahnya di d**a bidang Ezra. Ezra tak menjawabnya, memilih membalas pelukan Elisa dan menepuk punggung Elisa hangat. ‘ kau tahu? Aku memang bersyukur bertemu denganmu, El, tapi aku tidak bisa bersyukur menjadi bagian dari keluargamu. Kau pasti tidak akan mengatakan aku baik jika tahu perasaanku sesungguhnya padamu, El.’ batin Ezra.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN