Cakra sudah sangat mantap dengan keputusan yang ia buat untuk mengikuti ekstrakurikuler basket. Di tempat kerja kemarin, sebelum ia pulang ke rumah, ia menyempatkan diri menemui bosnya di kantor. Dengan percaya diri, Cakra meminta ijin, meskipun ia tidak terlalu percaya diri bahwa bosnya itu akan setuju. Namun sangat diluar ekspektasinya, Cakra diijinkan dengan syarat tidak akan melupakan pekerjaannya. Lagipula Cakra hanya meminta ijin setiap hari kamis sore saja, mungkin bosnya berpikir kalau hal itu tidak terlalu memakan banyak waktu. Dengan percaya diri, Cakra melangkah mendekat ke arah sekumpulan siswa yang sedang bersiap-siap. Dari jarak jauh pun, Rian terlihat paling mencolok diantara yang lain. Mungkin saja karena Cakra hanya kenal kakak tirinya tersebut. Menarik napas kuat-ku

