"Lo mending diem aja deh Ghe, udah berapa kali sih gue bilang dan nekanin ke elo kalo gue nggak bakal suka Rian. Sampai kapan pun itu." Ghea berusaha untuk sabar, ia menghela napas kuat-kuat sembari menggeleng pelan. "Gue nggak maksa lo Nez, gue cuma ngomong kalo lo pikirin baik-baik soal ini," ucap Ghea tenang. Memejamkan matanya sejenak, Ghea melanjutkan dengan volume suara lebih rendah daripada sebelumnya. "Gue cuma pengin lo pikirin ini mateng-mateng Nez. Apa perjuangan kak Rian belum cukup buat lo?" Inez tertawa hambar sembari mengibaskan tangannya. "Salah dia sendiri dong, gue kan udah bilang kalo apa yang Rian lakuin itu cuma bakal sia-sia dan ngabisin waktu dia aja. Tapi apa? Dia malah nggak mau dengerin omongan gue. Yang salah bukan gue dong di sini." Inez tersenyum lebar semb

