BAGIAN 45

2175 Kata

"Entar malam, kita mampir ke club malam yuk? Lo mau, kan?" Dengan senyuman nakalnya, Inez mengejutkan Cakra dengan pertanyaan sensitif seperti itu. Inez menaikturunkan alisnya, menggoda Cakra. Sementara cowok itu sudah melotot lebar. Mimik wajah Cakra membuat Inez seketika saja menyemburkan tawanya. Cewek itu tertawa lebar, ekspresi Cakra benar-benar mengocok perutnya. Seperkian detik setelah tawanya terhenti, Inez menggelengkan kepalanya. "Nggak usah serius gitu nanggepin ucapan gue, gue cuma becanda kok." Inez terkekeh kembali. Cakra yang sebelumnya kaget dan hendak melayangkannya sebuah protes, lantas ia mendengkus panjang. "Nggak lucu Nez," ucap Cakra pelan, "aku nggak mau ke tempat begituan." "Iya, gue paham kok. Lo bukan cowok nakal. Lo beda, dan entah kenapa gue suka sama lo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN