BAGIAN 42

2216 Kata

Ghea duduk di salah satu bangku taman di sekolahnya sambil mengedarkan pandangannya ke sana kemari, berusaha mencari dan menemukannya seseorang yang ia tunggu. Sepuluh menit sebelum sampai di sini, Ghea sudah mengabari Rian bahwa ia ingin bertemu, ingin berbicara empat mata dengan kakak kelasnya tersebut. Awalnya Rian sempat menolak, tapi Ghea bersikeras ingin berbicara dengan cowok itu. Sampai akhirnya Rian setuju setelah Ghea menyeret nama Inez ke dalam pembicaraan. Mendesah pelan, Ghea tersenyum getir. Inez begitu berharga di hati cowok itu. Ghea berani taruhan, Rian tidak akan menemuinya di sini kalau saja nama Inez tidak ia sebut. Sebenarnya memang tentang Inez yang akan Ghea bahas. Tapi ya sudahlah, Ghea juga tidak bisa memaksa hati cowok itu untuk suka dengan siapa. Hingga bebera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN