BAGIAN 28

2170 Kata

Inez merutuki jalanan ibu kota yang selalu padat, ia tidak suka terjebak macet seperti sekarang ini. Ia berulang kali mengumpat dan membuang napas lelah. Sudah pikiran sumpek, macet, badan gerah, ditambah ada Rian yang duduk di sampingnya. Sumpah, Inez merasa s**l banget sore ini. Berbanding terbalik dengan Inez, Rian justru malah tersenyum senang. Kapan lagi coba bisa berduaan dengan Inez dengan waktu yang cukup lama? Ya walaupun bukan di tempat enak dan nyaman, tapi tetap saja Rian akan memanfaatkan waktunya ini sebaik mungkin. Dewi Fortuna sepertinya saat ini sedang berpihak kepadanya. "Aduh, kapan sih jalannya?" Inez berdecak jengkel. "Udah gerah banget nih gue, pengin cepat-cepat pulang dan mandi. Gue nggak tahan gilaa!" Inez berulang kali bergerak tidak nyaman. Rian tersenyum ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN