Memakan waktu lumayan lama, belum lagi sempat berseteru dengan Rian, akhirnya Cakra sudah sampai di halaman rumahnya. Tidak lupa, Zidan juga memaksa untuk ikut. Cakra memakirkan sepedanya di dekat pohon mangga. "Ini tempat aku tinggal sama nenek Dan," ujar Cakra sambil menatap rumahnya yang kecil. Zidan mengangguk pelan, lalu ikut memperhatikan rumah Cakra, hingga tatapannya beralih ke sekitarnya. Zidan tersenyum kepada Cakra. "Asri banget Kra," ujar Zidan jujur. Walaupun kecil, rumah nenek memang terbilang asri dan enak di pandang. Selain pohon mangga yang tumbuh besar di halaman rumahnya yang luasnya tidak seberapa, ada juga tanaman bunga sepatu. Selain itu, banyak juga bunga yang tumbuh di pot-pot di teras depan. Nenek Cakra sampai saat ini rajin menyiramnya. Cakra tersenyum. "K

