Rian melepaskan helm full face miliknya ketika sorot matanya tidak sengaja menubruk sesuatu. Setelah pembungkus kepala itu terlepas, kedua matanya menyipit, memperjelas penglihatannya. Duduk di atas motornya, Rian kemudian membelalakkan matanya. "Cakra?" gumamnya dengan kening berkerut dalam serta kedua alis yang hampir menyambung. Rian tidak mungkin salah lihat, dari jarak lumayan dekat ia melihat adik tirinya itu. "Ngapain dia di situ?" gumamnya lagi. Pikiran Rian sudah bercabang ke mana-mana, ia menerka-nerka, berpikir kemungkinan yang paling masuk akal. Jelas tadi yang ia lihat memang Cakra, keluar dari restoran dengan apron yang mengalung lehernya. Cowok itu membuang sampah yang terbungkus plastik kresek hitam, kemudian kembali masuk ke dalam restoran. "Apa dia kerja di situ?"

