Austin tengah bersama dengan timnya dan sibuk membahas proyek-proyek yang agak tertunda karena masalah investor akhir-akhir ini. Saat menjelang jam makan siang, ia mendapatkan telephone dari istrinya yang mengabarkan bahwa Stiller Corps tidak jadi mencabut investasi mereka. Sebuah angin segar untuk keberlangsungan operasional perusahaan Austin yang sempat terancam kolaps. Pria itu pun segera memberitahu kabar ini pada timnya dan semua orang terlihat begitu lega. Hanya berselang sekitar tiga puluh menit dari panggilan telephone itu, ponselnya kembali berdering dan terlihat nama sang istri di layar monitor. Austin pun segera mengangkatnya tanpa rasa curiga sama sekali. “Hai love, ada apa?” Tanya Austin yang masih ada di ruang meeting bersama timnya. ‘Saya Stella, Mr.Bergmann. Nyonya Giann

