Setelah mengetuk pintu dan mendengar suara yang mengizinkannya masuk ke ruangan di lantai teratas itu, Gianna segera membuka pintu kaca dihadapannya. Senyum merekah ia kembangkan saat melihat sosok yang ada diruangan itu. ***** “Love? Kok tidak memberitahu dulu sebelum kemari?” Tanya Austin yang terkejut melihat istrinya masuk dari balik pintu. Sebelumnya ia tengah benar-benar sibuk hingga membuat mejanya cukup berantakan. Otaknya yang lelah pun terasa langsung segar saat melihat wanita itu ada dihadapannya. “Aku membawakanmu makan siang, tapi sepertinya sudah agak dingin. Aku akan menghangatkannya di microwave dulu.” Gianna melangkah menuju pantry kecil diruangan itu yang menyediakan microwave dan coffee maker. Austin meninggalkan pekerjaannya dan menghampiri Gianna, “kupikir kau ke

