01 Gianna Raelyn Stiller

1691 Kata
Hari ini tak akan pernah Gianna lupakan seumur hidupnya. Hari dimana seluruh kehidupnya porak poranda dan tak lagi menyisakan apapun. Kebobrokan keluarga gadis bermata hazel itu berakhir hari ini, saat sang sepupu sekaligus pemegang saham terbesar perusahaan mereka mengungkapkan semua kecurangan yang keluarganya perbuat. Penipuan, embezzlement, paper company, dan segala jenis penggelapan dana pernah keluarganya perbuat. Memang, pelaku utamanya adalah ayah dan kakak lelaki Gianna, tapi tetap saja ia dan ibunya ikut terseret karena mendapatkan aliran dana tersebut. Ia begitu panik dan kacau saat kejaksaan menyita seluruh asset keluarganya. Kepolisian bahkan langsung menangkap ayah dan kakaknya. Hati Gianna semakin perih saat mengetahui ibunya yang bernama Bianca telah meninggalkan mereka tanpa jejak sejak semalam. Entah Bianca mendapatkan informasi dari siapa hingga bisa kabur lebih dulu, disaat suami dan anak-anaknya bahkan tak tahu menahu tentang penggrebekan ini. Gadis itu tak lagi memiliki apapun. Satu-satunya yang tersisa hanyalah pakaian yang ia kenakan saat ini, itupun hanya sweater putih tulang, celana jeans, dan sneaker. Gianna bahkan tak punya uang sepeserpun untuk bertahan hidup. Dengan menanggalkan egonya, Gianna berinisiatif menghubungi adik kembarnya, Giovanni. Meskipun sejak kecil keduanya tak pernah akrab karena sang adik memiliki aura yang sangat menakutkan dimata Gianna, namun dia adalah satu-satunya orang yang bisa menolongnya. Giovanni atau Gio tak terkena dampak dari kebangkrutan keluargnya, karena dia tak pernah mau menerima uang dari ayahnya dan sejak SMA sudah mulai bekerja sendiri. Terlebih Gio juga sangat dekat dengan sang sepupu. ‘Kenapa kau menghubungiku?’ Tanya Giovanni dari ujung telephone dengan ketus. Dia memang selalu seperti itu. “Gio, tolong bantu aku!” Jawab Gianna langsung pada intinya, namun tak ada respon dari Gio. “Daddy dan kak Gary ditangkap polisi dan semua asset keluarga kita disita. Gizca mengambil semua milik kita. Mommy juga pergi entah kemana dan tak ada yang tahu keberadaannya. Tolong aku Gio, aku tak tahu harus bagaimana sekarang.” Jelas Gianna panjang lebar, berharap adiknya mau membantu. Namun sayang, ia malah mendengar tawa Gio yang begitu lepas dari ujung telephone. ‘Tak kusangka sepupu kita berani melakukannya. Kupikir aku harus menggunakan tanganku sendiri untuk melenyapkan kalian dari hidupku.’ Ujar Gio yang seketika membuat detak jantung Gianna seakan terhenti. ‘Akhirnya, tinggal satu langkah lagi aku akan mendapatkan semuanya. Dan kau kakakku tersayang, jangan pernah menghubungiku lagi. Aku tidak peduli meskipun kau akan jadi gelandangan sekalipun. Ah, aku juga akan memblokir nomer kalian mulai sekarang. Jadi, selamat menikmati hidup barumu, Gianna Raelyn Stiller!’ Gio mematikan sambungan telephonenya sambil tertawa bahagia. Lengan yang tadinya memegang ponsel itupun langsung luruh dan gadis berambut brunette sepinggang itu mulai berkaca-kaca. Gianna masih terduduk di tangga depan mansion. Semua orang dari kejaksaan, kepolisian, bahkan para maid dan security telah pergi, meninggalkannya sendiri dalam kesunyian yang memekakkan telinga. Tak berapa lama, ia lihat seorang wanita tengah tergopoh-gopoh menghampirinya dengan menggendong seorang batita. ‘Ya Tuhan, bagaimana aku bisa melupakan Rhea dan juga Glenn?’ Batin Gianna dengan sangat menyesal. Rhea adalah istri Gary dan Glenn adalah anak mereka yang masih berusia 2 tahun. Ibu dan anak itu pasti sama terkejutnya karena semua asset milik Gary juga ikut dibekukan, termasuk rumah tempat mereka tinggal. Apalagi keluarga Rhea yang lain berada di Seattle yang sangat jauh dari New York. Gianna segera menghampiri keduanya dengan sedikit berlari dan segera memeluk mereka. Dengan air mata yang membanjiri pipi keduanya saling menguatkan. “Aku tahu kalian tidak terlalu akrab, tapi bagaimana kalau kita minta bantuan pada Gio?” Tanya Rhea setelah melepaskan pelukannya. “Tidak! Jangan pernah berharap pada psikopat seperti dia! Aku sudah menghubunginya, tapi dia malah sangat senang kita menderita seperti ini.” Sanggah Gianna dengan perasaan marah. Rhea sedikit terkejut, namun segera kembali mencoba tenang. “Lalu?” “Aku juga tidak tahu.” “Kita minta tolong pada Gizca!” Seru Rhea tegas seraya bergegas keluar halaman mansion. Gianna segera mengejarnya. “Tapi dia yang sudah membuat kita seperti ini!” Jika mengingat nama sepupunya, saat ini hanya rasa marah yang tersisa dalam hati Gianna. Tega sekali dia membuat tiga orang ini terlunta-lunta. Ingin rasanya Gianna mencakar wajah sok malaikat sepupunya itu. “Aku tidak bisa membiarkan Glenn hidup menderita dan aku akan melakukan apa pun untuk bisa menyelamatkan hidup kami.” Sanggah Rhea. “Apa kau juga lupa kalau daddy juga sering sakit-sakitan? Mana bisa beliau tinggal di penjara, Gia! Dan hanya kita yang bisa meminta pertolongan pada Gizca.” Kata-kata Rhea ada benarnya, karena itulah Gianna setuju dan mengikutinya menuju mansion Gizca yang letaknya tak terlalu jauh dari mansionnya karena sama-sama berada di area upper east side. Saat sampai di mansion Gizca, gadis itu ternyata belum kembali dari kantor dan mereka hanya disambut oleh kepala pelayannya, Mr. Cavaro senior. Setelah menunggu beberapa puluh menit, akhirnya orang yang ditunggu pun datang. Dia menghampiri Gianna dan Rhea dengan wajah datar dan dinginnya yang membuat ego Gianna tersulut. Namun demi menolong keluarganya dan dirinya sendiri, Gianna berusaha menekan egonya. Diskusi berlangsung cukup lama. Ah tidak, lebih tepatnya Gianna dan Rhea yang memohon-mohon pada Gizca untuk membebaskan kakak dan ayah mereka dari penjara, Gianna bahkan sampai berlutut dihadapan Gizca namun gadis itu tak juga melunak. Pada akhirnya Gianna tahu, bahwa bukan masalah perusahaan lah yang membuat sepupunya memenjarakan ayahnya. Namun kejadian dua puluh tahun lalu, dimana kedua orang tua Gianna merencanakan kecelakaan mobil pada orang tua Gizca yang menyebabkan mereka meninggal saat itu juga. Beberapa tahun yang lalu Gianna memang mengetahui kejadian itu secara tak sengaja, sehingga ia tak perlu meminta bukti apapun pada Gizca akan tuduhannya. Saat itu juga rasa marah Gianna langsung lenyap dan berganti menjadi rasa malu. Apalagi Gizca juga setuju untuk berusaha mengurangi hukuman Gary. Gianna menyerah dan berniat pamit, namun Gizca mencegahnya pergi dan malah memberikan kunci apartmen di wilayah Boerum Hill, Brooklyn. Sebuah apartmen kecil dengan dua kamar tidur yang cukup untuk bisa ia tinggali bersama Rhea dan Glenn. Gianna tak menyangka sepupunya masih memikirkan keadaannya setelah semua yang pernah keluarganya perbuat. Ia pun berjanji akan membalas kemurahan hati sepupunya itu suatu hari nanti. ***** Beberapa hari setelahnya Gianna pergi ke gedung Stiller Corps untuk mengambil sisa-sisa barang ayahnya dan Gary. Meskipun sangat jarang, tapi ia pernah beberapa kali datang kesini. Saat akan meninggalkan kantor, gadis yang berada di lantai 25 ini melewati ruang kerja Gio. Awalnya Gianna hendak menyapanya, bagaimanapun Gio adalah adiknya. Namun niatnya tertahan diluar pintu saat ia mendengar suara seseorang sedang berbincang didalam. “Ini paket obat yang baru bos!” Suara itu tak asing ditelinga Gianna karena pernah beberapa kali mendengarnya. Suara Harvey, kaki tangan Giovanni. “Kerja bagus! Sebentar lagi sepupuku itu pasti tak akan bisa bertahan dan segera mati. Dengan begitu aku bisa menguasai semua miliknya.” Gio tertawa setelah menyelesaikan kalimatnya. Gianna sungguh terkejut mendengar rencana itu. Kali ini Gio sudah sangat keterlaluan, tapi Gianna sendiri tak akan mampu untuk menghentikannya. Kakinya melangkah menjauh dari ruangan Gio dan buru-buru meninggalkan gedung kantor. Dalam perjalanan kembali ke apartemen, Gianna memikirkan cara untuk memperingatkan Gizca tentang Giovanni. Akhirnya, ia memilih untuk mengirim pesan pada sepupunya secara anonym. ***** Dulu, Gianna pikir uang ayahnya tak akan pernah habis, sehingga ia hanya selalu menikmati hidup dengan berhura-hura bersama teman-teman sosialitanya. Saat siang, mereka berkumpul untuk melakukan spa, berbelanja barang-barang mewah, atau bahkan hanya sekedar menikmati teh. Lalu malamnya mereka pergi ke lantai dansa dan mabuk-mabukan. One night stand dan pesta seks juga sangat akrab dalam kehidupannya yang serba glamor. Jika ada istilah jalang berkelas, Gianna akan masuk dalam kategori itu. Sekarang? Jangankan melakukan rutinitas itu lagi. Teman-temannya bahkan bersikap seolah tak mengenalnya. Mereka memalingkan muka dengan pandangan jijik saat tak sengaja bertemu. Apakah menjadi miskin adalah sebuah dosa? Gianna tak bisa menyalahkan mereka, karena jika ia masih dalam posisi seperti dulu, dirinya pun akan melakukan hal yang sama. Untuk bertahan hidup Gianna membutuhkan pemasukan yang sayangnya ia bahkan tak punya pengalaman bekerja sedikitpun. Rhea juga memutuskan untuk kembali bekerja sebagai perawat setelah sempat berhenti sejak menikah dengan Gary. Rhea meminta Gianna untuk segera mencari pekerjaan. Beruntung, hari ini ada yang menawarkan interview pada Gianna. Dengan cukup bersemangat, ia pun berangkat menuju sebuah hotel karena ia memang melamar pekerjaan sebagai staff disana. “Selamat pagi!” Ujar seorang pria HRD yang berusia tiga puluhan. “Anda belum punya pengalaman sama sekali, miss Stiller.” “Iya, sir. Namun saya bisa belajar dengan cepat dan akan selalu memberikan yang terbaik untuk pekerjaan saya.” Balas Gianna meyakinkan. “Bagaimana kami bisa yakin, jika keluarga anda pernah melakukan penggelapan dana yang sangat besar dari perusahaannya sendiri? Lagipula, bukankah anda biasanya menjadi pelanggan VVIP kami? Apa anda sanggup menjadi pelayan di hotel yang sering anda gunakan untuk berpesta?” Pertanyaan HRD itu benar-benar menohok, hingga Gianna tak bisa membalas apapun. Akhirnya ia ditolak oleh hotel itu, namun Gianna masih terus berusaha untuk mencari pekerjaan. Sayangnya, semua HRD yang ia temui selalu mengungkapkan hal yang sama. Mereka meragukannya karena ia adalah Gianna Stiller. Beberapa hari kemudian, Gianna kembali mendapatkan panggilan interview dari sebuah brand perhiasan bernama Milost’ Jewelry dan ia sangat berharap kali ini. Meskipun interview yang berlangsung juga tak jauh berbeda dengan sebelum-sebelumnya, namun kali ini ia berhasil diterima bekerja menjadi desainer perhiasan. Hal itu juga berkat ia yang memiliki ijazah desain grafis. Ia yang sangat menyukai perhiasan itu juga kerap kali iseng membuat desain yang ternyata bisa menjadi portofolio yang bagus untuknya. Saat gadis itu sedang mengganti pakaiannya dengan seragam di loker, dua orang rekan kerjanya menghampiri. Mereka terlihat memandang Gianna dengan begitu sinis. Satu orang dengan nametag Hannah berkacak pinggang, sedangkan satu lainnya dengan nametag Zoey menyilangkan kedua tangannya didepan d**a. “Miss Stiller yang terhormat, tidak kusangka akan berakhir di tempat rakyat jelata seperti ini.” Ujar Zoey mengejek. Beberapa hari menerima perlakuan seperti itu membuat Gianna mulai terbiasa, meskipun rasanya masih tetap saja sama, sakit. “Enak sekali orang sepertimu bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah, sementara kami harus susah payah untuk sampai disini!” Tambah Hannah. “Kalau bukan karena miss Gizca yang meminta miss Adhara untuk menerimamu disini, kau pasti sudah akan ditendang dari sini.” Kata Zoey dengan tatapan merendahkannya. “Apa maksud kalian? Aku punya portofolio untuk melamar kerja disini. Ini tidak ada hubungannya dengan sepupuku!” Bantah Gianna membela diri. “Alah, jangan mengelak nona! Desainmu itu sangat buruk, namun karena miss Gizca Stiller sendiri yang menemui miss Adhara, makanya dia bisa menerimamu bekerja disini!” Jelas Zoey yang membuat Gianna sangat terkejut. ‘Ternyata aku memang sangat salah menilai sepupuku itu. Jika dia memang orang yang tidak peduli dengan keluarganya, lalu untuk apa dia memberikan apartment di lokasi yang paling aman di Brooklyn? Ia juga membantuku untuk mendapatkan pekerjaan. Aku juga merasa terus diikuti seseorang sejak keluar dari mansion Gizca beberapa hari yang lalu. Dan aku tahu orang itu jugalah yang selalu memastikan keselamatanku juga Rhea dan Glenn. Aku benar-benar harus membalas kebaikannya padaku.’ Batin Gianna ***** to be continued *****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN