Selama ini Arum hanya tau jika keluarga angkatnya begitu kaya tapi hari ini Arum meralatnya ketika melihat gedung tinggi di depannya, keluarga angkatnya sangat sangat kaya. "Ayo" Arum tersentak tangannya ditarik pelan memasuki lobi kantor, banyak pasang mata yang menatapnya bersama Elang. Tak jarang saat lewat mereka menyapa Elang. Entahlah, tapi menurut Arum kakaknya memiliki jabatan tinggi di perusahaan mengingat dia yang akan menggantikan papa Edwin. "Kamu duduk disana, tunggu sekretarisku bawa makanan untukmu" "Kalau ka--" Arum menggantungkan kalimatnya melihat kakaknya itu duduk di kursi kebesarannya membelakangi dinding kaca yang memperlihatkan langit biru dan pemandangan kota Jakarta dari atas. Arum membaca sekilas dask table yang bertuliskan nama Elang dan jabatannya sebagai di

